CEO Nokia Ungkap Kendala Pasokan Chip dan Energi Ancam Data Center AI
![]() |
| Deretan rak server fasilitas pusat data komputasi awan berbasis AI dengan indikator pemrosesan data (Generate by Gemini AI) |
Jakarta, dawaipena.com - Melansir laporan wawancara eksklusif CNBC bersama manajemen Nokia Global, ekskalasi adopsi teknologi Generative Artificial Intelligence (Generative AI) secara global memicu lonjakan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap infrastruktur pusat data (data center). Kendati demikian, Chief Executive Officer (CEO) Nokia, Justin Hotard, mengutarakan bahwa laju ekspansi fasilitas komputasi tingkat tinggi tersebut kini harus menghadapi kendala serius di sektor rantai pasok global.
Berdasarkan analisis industri, faktor utama yang menjadi penghambat esensial dalam percepatan pembangunan data center AI adalah krisis ketersediaan memory chip khusus berkecepatan tinggi serta keterbatasan pasokan daya listrik bersih di berbagai titik lokasi strategis dunia
Dampak Rantai Pasok terhadap Peluncuran Fitur AI
Ketidakseimbangan antara tingginya permintaan pasar dan keterbatasan kapasitas suplai daya serta komponen mikron ini berpotensi memperlambat skala komersialisasi teknologi kecerdasan buatan dalam jangka pendek.
Pernyataan Resmi CEO Nokia:
"Daya serap pasar terhadap infrastruktur komputasi AI sangat tinggi, namun para penyedia layanan mengalami kebuntuan pasokan komponen memori dan ketersediaan energi. Penyesuaian kapasitas ini akan berpengaruh langsung pada kecepatan peluncuran fitur-fitur AI baru bagi konsumen luas," jelas pimpinan Nokia, Justin Hotard.
Para analis industri menilai bahwa untuk mengatasi kebuntuan ini, para pelaku industri komputasi awan (cloud provider) dan pengembang infrastruktur harus segera mentransformasi strategi efisiensi energi serta menjalin kemitraan erat dengan produsen semikonduktor guna memastikan keberlanjutan ekosistem AI global. (Sikumbang)
