China Usulkan Pengetatan Aturan Mobil Listrik Otonom dan Data Otomotif
![]() |
| Teknisi otomotif sedang melakukan pengujian sistem kendali pintar dan perangkat lunak kendaraan listrik (Generate by Gemini AI) |
Jakarta, dawaipena.com - Melansir laporan resmi Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT), Pemerintah China secara resmi mengusulkan pengetatan regulasi teknis terhadap pengoperasian kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) serta kendaraan terhubung pintar (smart connected vehicles). Langkah strategis ini diambil guna merespons semakin kompleksnya integrasi fitur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), sistem kemudi otomatis (autonomous driving), hingga proteksi keamanan data pada lini mobil modern.
Langkah pembaruan regulasi ini ditujukan untuk meminimalisasi risiko kegagalan sistem serta meningkatkan standar keselamatan pengendara di tengah masifnya adopsi kendaraan berbasis perangkat lunak (software-defined vehicles).
Penguatan Uji Keselamatan Darurat dan Proteksi Siber
Dalam rancangan aturan (draft) teranyar tersebut, pemerintah mewajibkan seluruh pabrikan otomotif untuk memperkuat mekanisme pengujian fungsi keselamatan darurat (emergency safety functions). Pengujian ketat mencakup keandalan sistem pengereman otomatis, kendali arah darurat, serta respons kendali otonom saat menghadapi kondisi cuaca ekstrem maupun kegagalan konektivitas.
Selain aspek teknis mekanis, regulasi baru ini memberikan penekanan kuat pada standar proteksi data pribadi pengemudi dan penumpang dari ancaman peretasan sistem jarak jauh (cyber attack).
Arah Regulasi Industri Otomotif:
"Perkembangan pesat sistem kemudi otonom dan mobil terhubung menuntut standar keselamatan yang beradaptasi secara dinamis. Standarisasi ini diproyeksikan menjadi acuan baru bagi perlindungan data dan keamanan operasional industri otomotif global," papar laporan teknis regulasi MIIT.
Kebijakan standarisasi yang diterapkan oleh China sebagai pasar kendaraan listrik terbesar di dunia ini diperkirakan akan memicu penyesuaian aturan serupa di berbagai negara, sekaligus menetapkan tolok ukur baru bagi manufaktur global dalam merancang kendaraan otonom yang aman dan terpercaya. (Sikumbang)
