Keutamaan Surat Al-Kahfi, Shalawat, dan Doa di Hari Jumat
![]() |
| Ilustrasi seorang muslim membaca Al-Qur'an di dalam masjid pada hari Jumat sebagai wujud pengamalan sunnah Nabi Muhammad SAW. (Generate by Gemini AI) |
Jakarta, dawaipena.com - Hari Jumat dikenal sebagai Sayyidul Ayyam (penghulu segala hari) yang memiliki kedudukan istimewa dalam syariat Islam. Berdasarkan riwayat hadis sahih dan atsar sahabat Nabi, terdapat tiga amalan utama yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan umat Islam pada hari tersebut, yaitu membaca Surat Al-Kahfi, memperbanyak bacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta memanfaatkan waktu mustajab untuk berdoa menjelang terbenamnya matahari. Ketiga amalan ini menjadi instrumen penting untuk meraih pengampunan dosa, limpahan pahala, serta syafaat di hari kiamat.
Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jumat
Membaca Surat Al-Kahfi pada malam Jumat atau hari Jumat merupakan sunnah muakkadah yang memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Hakim dan Al-Baihaqi:
"Barang siapa membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka ia akan diterangi oleh cahaya di antara dua Jumat." (H.R. Al-Hakim dan Al-Baihaqi, disahihkan oleh Al-Albani).
Dr. KH. Cholil Nafis, Lc., M.A., Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), menjelaskan bahwa cahaya yang dimaksud dalam hadis tersebut mencakup petunjuk lahiriah dan batiniah, serta perlindungan dari fitnah kehidupan, termasuk fitnah Dajjal.
"Hari Jumat adalah momentum spiritual yang sangat mulia. Membaca Surat Al-Kahfi di dalamnya tidak hanya bernilai pahala membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi perisai diri dari berbagai godaan zaman dan fitnah akhir kelak," ujar Dr. Cholil Nafis saat menguraikan amalan harian muslim.
Anjuran Memperbanyak Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
Selain Al-Kahfi, hari Jumat dianjurkan untuk diisi dengan memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW. Para sahabat Nabi, seperti Abu Hurairah r.a. dan Anas bin Malik r.a., senantiasa menjaga amalan ini berdasarkan instruksi langsung dari Baginda Nabi.
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat; pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, pada hari itu ditiup sangkakala dan pada hari itu pula terjadi kematian yang keras (petir). Oleh karena itu, perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku." (H.R. Abu Dawud, An-Nasa'i, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Waktu Mustajab Doa di Penghujung Hari Jumat
Keistimewaan hari Jumat semakin sempurna dengan hadirnya satu waktu khusus di mana doa-doa yang dipanjatkan oleh seorang hamba akan dikabulkan oleh Allah SWT. Berdasarkan pendapat mayoritas sahabat dan ulama salaf, waktu tersebut berada pada penghujung hari Jumat, yakni seusai pelaksanaan salat Ashar hingga menjelang Maghrib.
Hal ini merujuk pada hadis dari sahabat Jabir bin Abdullah r.a., bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Hari Jumat itu dua belas jam, di dalamnya ada satu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim memohon sesuatu kepada Allah melainkan Allah akan mengabulkannya. Carilah waktu itu di akhir masa setelah ashar." (H.R. Abu Dawud dan An-Nasa'i).
Mengoptimalkan hari Jumat dengan memperbanyak amal saleh—mulai dari membaca Surat Al-Kahfi, melantunkan shalawat, hingga memanjatkan doa di waktu mustajab—merupakan bentuk manifestasi iman yang memperkuat kualitas spiritual seorang muslim. Masyarakat diimbau untuk menjadikan amalan-amalan ini sebagai rutinitas pekanan yang konsisten demi meraih keberkahan hidup dunia dan akhirat. Sikumbang
